Essay Mental Health
Nama : Syihab Walid Alqobidl
Fakultas : Ilmu Budaya
Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang
Cluster : 58
Essay Mental Health
Pandemi tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga dapat memengaruhi kondisi mental setiap orang. Terlebih lagi saat ini masyarakat dihadapkan pada aturan new normal dan PSBB yang mendorong masyarakat untuk beradaptasi cepat dengan kebiasaan baru serta mendapat pembatasan pada hal hal tertentu yang beresiko menularkan Covid-19.
Kondisi tersebut diperparah dengan dampak sosial ekonomi yakni potensi terkena PHK yang membuat masyarakat risau masalah finansial, pekerjaan, dan masa depan seusai pandemi berakhir. Jika tidak segera ditangani, masyarakat dapat mengalami gangguan kesehatan mental atau penyakit mental.
Maka dari itu, Anda disarankan untuk mengetahui tanda-tanda gangguan dalam diri maupun orang di sekitar Anda agar bisa mendapat pertolongan yang tepat. Berikut beberapa tanda seseorang mengalami gangguan mental akibat pandemi:
- Perubahan pola tidur.
- Gangguan pola makan.
- Sulit berkonsentrasi.
- Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan dan selainnya.
- Timbulnya rasa bosan dan stres, terutama pada remaja dan anak-anak karena terus berada di rumah dan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.
- Rasa takut berlebihan akan keselamatan diri dan orang-orang terdekat.
Jika Anda maupun orang terdekat merasakan tanda-tanda di atas, segera lakukan beberapa langkah untuk menanganinya, antara lain:
1. Lakukan aktivitas fisik
Pilih aktivitas fisik seperti olahraga ringan yang mampu menenangkan pikiran serta menjaga badan agar tetap fresh. Contoh yang dapat dicoba antara lain latihan pernapasan, peregangan, dan sejenisnya.
2. Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang
Pastikan pola makan tetap dijaga secara teratur dengan asupan bergizi seimbang. Tubuh yang sehat dapat menjaga kesehatan mental secara langsung maupun tidak langsung.
3. Jauhi kebiasaan buruk
Hindari rokok dan alkohol ketika sedang stres. Sebaliknya, tidur dan istirahat yang cukup.
4. Manjakan diri
Beri waktu luang untuk memanjakan diri sendiri dengan mengerjakan hobi atau mencoba hal baru.Anda juga disarankan membuat rutinitas favorit, seperti menonton film kesukaan atau mendengar musik untuk mengusir rasa jenuh dan meredakan stres.
5. Baca berita-berita yang positif
Di tengah wabah COVID-19 ini, setiap hari bisa jadi kita terpapar oleh begitu banyak berita negatif. Secara tidak langsung, berita-berita negatif ini bisa berdampak langsung pada kesehatan mental kamu. Untuk menyeimbanginya, penting juga mengakses berita-berita positif untuk membangun kembali semangatmu.
6. Coba hal baru
Karena kamu punya lebih banyak waktu, ini saat yang tepat untuk mencoba hal baru. Misalnya, belajar menjahit atau merajut, masak masakan yang belum pernah kamu masak sebelumnya, meditasi dan latihan pernapasan, olahraga di dalam rumah, atau mencoba eksperimen kerajinan bersama anak-anak.
7. Tetaplah terhubung dengan orang lain
Berkegiatan di rumah tidak berarti kamu tidak bisa terhubung dengan teman atau keluarga. Justru, ini momen yang tepat untuk memberikan dukungan pada orang-orang yang berarti bagi kamu, seperti keluarga dan sahabat. Kamu bisa tetap terhubung dengan mereka dengan melakukan conference call keluarga atau “nongkrong live” bareng teman sambil melakukan kegiatan, seperti makan siang bareng, ngopi bareng, belajar bareng, atau bahkan olahraga bareng.
Pandemi COVID-19 memang berdampak pada semua orang.. tetapi kita dituntut untuk tetap segar bugar dan tidak stress dalam menghadapinya.Oleh karena itu maka mari jaga kesehatan fisik kita dan tetap jaga mood agar tidak mudah terkena penyakit dan daya immune meningkat..
#jagatubuhmu
#Adhikara58
#MabaUB2020
#RAJABrawijaya2020
#KitaSatuBrawijaya
#KreasiNyataBrawijayans
Post a Comment